animasi tulisan


Selamat Datang di My Blog

Hallo... ►►SELAMAT DATANG DI MY BLOG, Tempat Berbagi Informasi Mengenai Bidang Desain Arsitektur dan Yang Lainnya. Semoga Bermanfaat Bagi Semua Orang. Terima Kasih...

Kamis, 03 Januari 2013

Bangunan Arsitektur China

Konsep dan Filosofi Arsitektur Cina
Filosofi arsitektur Cina sangat dipengaruhi oleh filosofi dari kepercayaan dan ajaran Konfusianisme, Taoisme dan Budhisme. Terdapat simbol dan lambang-lambang dari bentuk ideal dan keharmonisan dalam tatanan masyarakat. Bentuk ideal dan keharmonisan dalam masyarakat tersebut dapat dilihat dari filosofi Tien-Yuan Ti-Fang yang berarti langit bundar dan bumi persegi, dimana persegi melambangkan keteraturan, intelektualitas manusia sebagai manifestasi penerapan keteraturan atas alam dan bundar melambangkan ketidakteraturan sifat alam. Kemudian filosofi Tien-Yen-Chih-Chi, artinya diantara langit dan manusia yang menggambarkan peralihan dua alam yang disimbolkan dalam bentuk bundar-segi empat-bundar.Konsep Keseimbangan dalam kehidupan diatur dalam dualitas Yin dan Yang, hong Shui atau Feng Shui. Yang adalah sebagai energi positif, jantan, terang, kuat, buatan manusia. Sementara, yin digambarkan sebagai energi negatif, betina, gelap, menyerap elemen. Hong shui atau Feng Shui merupakan kompas kehidupan yang mengaur keseimbangan yang memiliki elemen alam seperti angin, air, tanah dan metal. Kompas merupakan adaptasi metodis karya manusia terhadap struktur alam raya sehingga menjadi pedoman dalam pendayagunaan energi dan sumber alam untuk penyelarasan nafas dunia. Selain itu juga membantu manusia memanfaatkan gaya-gaya alam dari bumi dan
menyeimbangkan Yin dan Yang guna memperoleh Qi yang baik, yang menggambarkan kesehatan dan vitalitas.
Hal-hal yang mempengaruhi Hong Shui menyangkut keseimbangan 5 (Lima) Unsur yaitu waktu Kelahiran, kondisi tanah pada lokasi ( tapak) , arah dan ukuran bangunan, orientasi Ruang Dalam, pola Penempatan ruang dalam.

Tipologi Bangunan China



 MASJID AGUNG XI'AN

Masjid Agung Xi'an terletak berhampiran Menara Gendang (Gu Lou) di Lorong Huajue di Xi'an, provinsi Shaanxi, China, adalah salah satu masjid tertua dan terkenal di negara China.

Ia dibina sewaktu Wangsa Tang (pemerintahan Maharaja Xuanzong, 685-762), dan merenovasikan pada zaman-zaman kemudian (terutamanya sewaktu pemerintahan Maharaja Hongwu dari Wangsa Ming). Ia tetap menjadi sebuah tapak pelancong masyhur Xi'an, dan masih digunakan oleh umat Islam China (kebanyakannya suku Hui) kini sebagai sebuah tempat beribadat. Tidak seperti masjid-masjid di negara Timur Tengah atau Arab, Masjid Agung Xi'an adalah keseluruhannya Cina pada gaya pembinaan dan seni binanya, terkecuali sesetengah hurufan dan hiasan Arab, kerana masjid ini tidak mempunyai kubah atau minaret gaya tradisional.
Lukisan grafik Wahbi Al-Hariri pada Masjid Agung Xian, Sebuah astaka Cina daripada sebuah minaret di Masjid Agung Xi'an, salah satu masid terbesar China.
Sebuah astaka Cina daripada sebuah minaret di Masjid Agung Xi'an, salah satu masjid terbesar China.
Seni khas pada sebuah plak di Masjid Agung Xi'an.

ARSITEKTUR TROPIS BANGUNAN TRADISIONAL INDONESIA

PENDAHULUAN
      Tropis merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu “tropikos” yang berarti garis balik yang meliputi sekitr 40% dari luas seluruh permukaan bumi. Garisgaris balik ini adalah garis lintang 23°27’ Utara dan Selatan. Daerah tropis didefinisikan sebagai daerah yang terletak diantara garis isotherm 20° di sebelah bumi Utara dan
      Selatan (Lippsmeier, 1994). Dengan kata lain, arsitektur tropis merupakan arsitektur yang berada di daerah tropis dan telah beradaptasi dengan iklim tropis. Indonesia sebagai daerah beriklim tropis memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap bentuk bangunan rumah tinggal, dalam hal ini khususnya rumah tradisional. Kondisi iklim seperti temperature udara, radiasi matahari, angina, kelembaban, serta curah hujan, mempengaruhi disain dari rumah-rumah tradisional. Masyarakat pada jaman dahulu dalam membangun rumahnya berusaha untuk menyesuaikan kondisi iklim yang ada guan mendapatkan disain rumah yang nyaman dan aman.
       Disamping itu, arsitektur rumah tradisional sebagai ungkapan bentuk rumah tinggal karya manusia adalah merupakan salah satu unsur budaya yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan suatu masyarakat, suku atau bangsa yang unsure-unsur dasarnya tetap bertahan untuk kurun waktu yang lama dan tetap sesuai denga perkembangan dan pertumbuhan kebudayaan suatu masyarakat, suku, atau bagsa yang bersangkutan. Oleh karena itu, arsitektur tradisional, pada khususnya arsitektur rumah tradisional, akan merupakan salah satu identitas sebagai pendukung kebudayaan masyarakat, suku, atau bangsa tersebut. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai seberapa besar pengaruh iklim tropis terhadap rumah-rumah tradisional di Indonesia, maka di dalam buku ini akan dibahas beberapa contoh arsitektur rumah tradisional dalam kaitannya dengan iklim tropis di Indonesia.

Salah Satu Contoh Konsep Arsitektur Tropis

      Konsep rumah tropis, pada dasarnya adalah adaptasi bangunan terhadap iklim tropis, dimana kondisi tropis membutuhkan penanganan khusus dalam desainnya. Pengaruh terutama dari kondisi suhu tinggi dan kelembaban tinggi, dimana pengaruhnya adalah pada tingkat kenyamanan berada dalam ruangan. Tingkat kenyamanan seperti tingkat sejuk udara dalam rumah, oleh aliran udara, adalah salah satu contoh aplikasi konsep rumah tropis.
       Meskipun konsep rumah tropis selalu dihubungkan dengan sebab akibat dan adaptasi bentuk (tipologi) bangunan terhadap iklim, banyak juga interpretasi konsep ini dalam tren yang berkembang dalam masyarakat; sebagai penggunaan material tertentu sebagai representasi dari kekayaan alam tropis, seperti kayu, batuan ekspos, dan material asli yang diekspos lainnya
.
diatas, adalah dua contoh penerapan arsitektur tropis. Yang satu dengan budget pembangunan yang cukup besar, dengan material pilihan yang diekspos, yang lainnya lebih sederhana dengan budget lebih kecil, namun sudah memiliki konsep arsitektur tropis.